RSS

Indonesia dan Kanada

12 Apr

Sodare – sodari,

Ternyata ga cuma produk Kanada aja yang dateng ke Jakarta, produk kita pun ada disana. Berikut sedikit wacana yang saya ambil dari tabloid diplomasi.

Kanada adalah Negara G-8 yang pertumbuhan ekonominya paling cepat dalam lima tahun terakhir, dengan GDP mencapai C$ 1,432 triliun dan pendapatan perkapita sebesar C$ 42.738. Dengan pendapatan sebesar itu, Kanada berpotensi sebagai pasar yang bagus bagi pemasaran produk Budaya Indonesia , baik untuk produk barang maupun produk jasa.

Komposisi penduduk Kanada yang multikultur juga merupakan potensi dalam semakin variatifnya produk yang dibutuhkan. Jumlah penduduk Kanada saat ini sebesar 33,227 juta jiwa, dengan rincian sebanyak 12,7 juta berada di Ontario, 7,7 juta di Quebec dan 4,3 juta di British Columbia. Pada tahun 2011 diperkirakan sekitar 30% penduduk Kanada akan mencapai usia 55 tahun atau lebih, jumlahnya lebih banyak dari penduduk yang berusia dibawah 25 tahun. Proporsi penduduk Kanada yang berusia 65 tahun ke atas juga akan meningkat, dimana jumlah aktual pensiunan akan meningkat jauh lebih tajam karena adanya kecenderungan untuk pensiun awal (antara usia 55-64).

Kaum tua Kanada merupakan pasar yang cukup atraktif, karena tumbuh dengan cepat dan terspesialisasi. Banyak permintaan dan peluang bisnis di bidang perjalanan, menjaga kebersihan rumah, renovasi rumah, pelayanan pengantaran, produk-produk kesehatan, pelayanan kesehatan, mainan dan peralatan bayi. Trend ini diprediksi akan terus berlanjut pada dekade yang akan datang, karena baby boomer (mereka yang lahir antara 1940-1965) di Kanada akan mulai memasuki masa pensiun. Pasar baby boom ini diperkirakan akan memerlukan produk anti aging, anti stress, dan stress relief yang dapat disuplai dari produk herbal atau produk natural.

Oleh karena penduduk Kanada lebih mengutamakan karir dan rekreasi, maka mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Sebagai akibatnya, produk-produk yang bisa menghemat tenaga dan waktu mereka menjadi semakin popular di Kanada. Disamping itu bertambahnya kebutuhan dan permintaan kepemilikan rumah, telah mengakibatkan peningkatan yang tajam pada kebutuhan pembangunan rumah baru, renovasi dan perbaikan perumahan, dan ini juga berarti pasar untuk produk furniture, dekorasi rumah dan handicraft.

Akibat dari penurunan angka perkawinan, peningkatan perceraian, peningkatan usia menikah dan jumlah wanita yang berusia panjang, telah mengubah karakteristik rumah tangga di Kanada. Saat ini rumah tangga dengan hanya satu anggota keluarga berjumlah 26 %, keadaan ini mengakibatkan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan produk-produk praktis, seperti makanan cepat saji dan peralatan pengolahnya.

Kebutuhan akan produk liburan dan pelayanan juga bertambah, karena orang Kanada semakin sering bepergian baik di dalam maupun ke luar negeri. Jumlah perjalanan yang membutuhkan penginapan di luar negeri sekitar 41,8 juta di tahun 2004, meningkat 6,5 % dari tahun sebelumnya. Sebesar 86 % tujuan bepergian adalah ke Amerika Serikat, tetapi belakangan terjadi peningkatan sekitar 13 % untuk perjalanan ke negara selain Amerika Serikat. Pada tahun 2004 penduduk Kanada menghabiskan C$ 20,7 miliar di luar negeri, naik 11,4 % dari tahun sebelumnya.

Nilai pasar produk pakaian dan tekstil Kanada pada tahun 2005 sekitar US$ 21 milyar dan tumbuh 1,7% pada tahun 2006. Indonesia menempati urutan ke-8 sebagai negara pengekspor produk tersebut dengan nilai US$ 169,79 juta atau sekitar 1,53 % dari total pangsa pasar. Pesaing utama Indonesia dalam produk pakaian dan tekstil ini adalah Cina, AS, India, Bangladesh dan Meksiko. Indonesia berpeluang untuk memasok produk segar dan inovatif, terutama untuk konsumen muda, baby boomer dan pasar imigran.

Penjualan retail produk furniture di Kanada pada tahun 2006 mencapai US$ 760,5 juta dan diestimasikan akan tumbuh sebesar 4,3 % pertahun. Indonesia menempati posisi ke-11 negara asal impor produk furniture ke Kanada pada tahun 2007 dengan nilai US$ 49,04 juta atau sekitar 0,74 % pangsa pasar di Kanada. Negara pesaing untuk produk furniture adalah AS, Cina, Meksiko, Itali, Malaysia dan Vietnam. Persaingan meningkat dengan tajam terutama dari produsen berbiaya rendah seperti Cina dan Vietnam.

Warga Kanada sangat tertarik dengan produk-produk kerajinan, dekorasi rumah dan giftware, terutama dari negara-negara eksotis. Permintaan domestik Kanada pada tahun 2006 terhadap produk kerajinan ini bernilai US$ 1 milyar. Indonesia adalah negara asal impor ke-8 pada tahun 2007 dengan nilai impor sebesar US$ 85,27 juta atau sekitar 0,82 % dari seluruh nilai impor Kanada. Pesaing Indonesia untuk produk kerajinan, dekorasi rumah dan giftware ini adalah AS, Cina, Jerman, Perancis dan Finlandia.

Pasar retail perhiasan dan asesoris fashion Kanada pada tahun 2006 bernilai lebih dari US$ 2,1 milyar dan tumbuh sebesar 4,3 % per tahun. Indonesia hanya menempati urutan ke-33 sebagai negara asal impor untuk produk perhiasan dan asesoris fashion pada tahun 2007 ke Kanada, dengan nilai impor sebesar US$ 5,84 juta atau sebesar 0,09 % dari pangsa pasar. Mengalami penurunan jika dibanding pencapaian nilai impor pada tahun 2006 sebesar 0,10 %. AS, Peru, Cina, Meksiko, Chili dan India adalah negara-negara pesaing utama Indonesia dalam produk perhiasan dan asesoris fashion ini.

Taman Sari Mustika Ratu Spa di Whistler, BC adalah perusahaan Indonesia yang sudah memasarkan produk kosmetik, kecantikan, herbal dan Indonesia spa treatment kepada publik Kanada. Persaingan dalam bisnis di bidang ini cukup ketat, terutama dengan produk-produk spa dari negara-negara lain yang sudah lebih dulu masuk ke pasar Kanada, seperti European style spa, Thai spa, Japan spa dan lain-lainnya.

Peluang pasar produk kosmetika, spa dan produk kecantikan di Kanada sangat menjanjikan, karena baby boom generation yang berusia 45-60 tahun memerlukan produk anti-aging dan stress-relief yang terutama terbuat dari bahan-bahan alami. Warga etnik dan keturunannya di Kanada memiliki tekstur kulit dan rambut yang berbeda dengan bangsa Eropa, oleh karena itu mereka memerlukan produk perawatan kulit dan rambut tersendiri yang biasanya mencari produk perawatan etnik.

Golongan metro sexual di Kanada juga merupakan peluang pasar bagi produk-produk ini, disamping juga warga Kanada yang menyukai penampilan, perawatan tubuh alami dan kebutuhan untuk wellness massage treatment spa. Indonesia merupakan negara asal impor ke-15 untuk produk pakaian dan barang kerajinan dari kulit ke Kanada dengan nilai impor sebesar US$ 5,73 juta dan memasok 0,52 % pangsa pasar. Pesaing utama dalam produk ini dating dari Cina, AS, Italia, India, Meksiko, Vietnam, Thailand dan Filipina. Pada tahun 2004 impor Kanada untuk produk pakaian dan barang kerajinan dari kulit ini mencapai US$ 365,1 juta.

Permintaan produk makanan olahan di Kanada mencapai omset sebesar US$ 110 milyar per tahun. Hal ini karena jumlah imigran atau warga etnik Asia dan warga Kanada lainnya yang menggemari masakan etnik, termasuk masakan Indonesia, terus bertambah. Karena kesibukan dan kemandirian, warga Kanada cenderung menggemari masakan siap saji atau bumbu masakan etnik dan masakan yang mudah mengolahnya.

Indonesia dalam hal ini menempati urutan ke-38 dengan nilai impor sebesar US$ 25,24 juta atau setara 0,21 % pangsa pasar. Produk makanan cepat saji Indonesia yang sudah masuk ke Kanada adalah mie goreng, mie rebus, kecap, sambal, bumbu masakan tradisional Indonesia, keripik tempe, emping, kacang-kacangan dan lain-lainnya. Pesaing utamanya adalah Thailand, India, Singapura, Jepang dan Korea.

Sebagaimana yang terjadi di negara-negara yang sudah makmur, pariwisata adalah bagian dari gaya hidup masyarakat Kanada. Akhir-akhir ini Asia merupakan tujuan wisata penting orang Kanada. 40 % perjalanan ke luar negeri orang-orang Kanada adalah untuk berlibur atau wisata dan 34 % nya adalah untuk mengunjungi kerabat.
Meskipun penduduk Kanada tidak terlalu banyak, namun potensi pendapatan perkapitanya yang cukup besar dan struktur bangsanya yang multikultur, memberikan peluang yang cukup bagus untuk meningkatkan pangsa pasar produk-produk Indonesia.[]

Sumber:  http://www.tabloiddiplomasi.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: